Senin, 13 Juli 2015

Sekilas Kehidupan Nomaden sub suku Dayak Maanyan

Bagian II :

Perkembangan selanjutnya, keberadaan Kerajaan Nansarunai tidak bertahan lama dan diperkirakan bertahan hanya kurang lebih 5 tahun, hal ini disebabkan terjadi peperangan dengan tentara Jawa, yang dikenal dalam bahasa Wadian (Balian) "Nansarunai Usak Jawa".

Peperangan ini terjadi dan memukul mundur kepedalaman kumunitas  Dayak Maanyan, pengembaraan berlanjut, sebagian mundur melalui jalur darat dan sebagian melalui jalur sungai Barito.

Pengembaraan Dayak Maanyan yang melalui jalur Darat, berakhir dan menetap di sekitar wilayah Warukin Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan. Kearah Provinsi Kalimantan Tengah Kabupaten Barito Timur, Menetap Kawasan Banua Lima dan Kampung Sapuluh. Selanjutnya pengembaraan yang melewati jalur sungai Barito menetap diwilayah Paju Epat.

Dalam perkembangan selanjutnya, Dayak Maanyan  dari wilayah Paju Epat, meneruskan kehidupan nomaden dalam hal berladang dan membuat Jukung (Perahu) dengan bergerak kearah Kabupaten Barito Selatan  dan Kabupaten Kapuas.

Di Kabupaten Barito Selatan, Dayak Maanyan (Paju Epat) mendirikan Desa Sanggu, Sababilah, Pamangka, Tetei Lanan,  Dangka, Hingan. Maruga, Bundar , Talekoi, dll.

Di Kabupaten Kapuas, Dayak Maanyan (Paju Epat) mendirikan Kampung/Desa Batampang, Batilap, Sungei Pasah, dll.

Jangan heran jika di Palangka Raya Komunitas Dayak Maanyan  cukup banyak jumlah orangnya, pilihan pengembaraan adalah menuntut ilmu dan bekerja/berusaha.

Sesuai dengan semboyan Dayak Maanyan "Taguh Gansang Mape Maleh"  tetap menjadi Spirit  setiap insan Dayak Maanyan dalam pengembaraan dan kehidupannya.

2 Komentar:

Pada 13 Juli 2015 pukul 09.05 , Blogger Unknown mengatakan...

"Taguh Gansang Mape Maleh" jaya slalu Dayak..Ma'anyan.....hehehehe

 
Pada 13 Juli 2015 pukul 09.31 , Blogger Brigong Tom Moenandaz mengatakan...

Taguh Gansang Mape Maleh artinya :Taguh = Teguh dalam pendirian, Gansang = Kuat dalam berjuang, Mape = Tahan menghadapi cobaan, Maleh = Melawan setiap kezalimam.
Sebuah Spirit Kehidupan.

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda